Kala introvert traveling

by - September 07, 2017

travel
PEXELS
Apa yang ada dipikiranmu ketika mendengar bahwa temanmu yang pendiam, culun dan tidak pandai bergaul tiba-tiba bicara bahwa ia akan solo traveling? apakah kamu akan tertawa, tertegun atau menganggap bahwa itu hanya sifat paranoid dia saja sebagai seorang penyendiri. Sebagian orang hanya mengenal introvert sebagai kutu buku yang menghabiskan waktu istirahat di perpustakaan, seorang pemula dalam segala hal dan orang yang super pendiam, tapi semua anggapan itu salah besar.

Seperti orang ‘biasa’ introvert juga mempunyai hobi dan mimpinya sendiri. Perbedaannya adalah mereka akan fokus dengan apa yang ia senangi dan memperdalam kesengannya itu. Introvert penyuka coding akan tergila-gila dengan dunia pemrograman dari tingkat rendah hingga tinggi, angka biner hingga pemrograman lainnya. Dan bukti nyatanya adalah bill gates, marc zuekreburg dll. Mereka sukses menjadi miilyuder dari ketekunannya itu.

Lantas bagaimana dengan introvert yang menyukai traveling ? sebelum membahas itu pasti ada beberapa pertanyaan dikepala kalian apakah benar introvert itu akan keluar ? bukankah mereka tidak pernah keluar ? apakah mereka takkan tersesat ? yang benar saja ? mana mungkin orang seperti dia keluar dari rumahnya dan pertanyaan lainnya seakan meragukan niat dari introvert. Lantas bagaimana jika itu benar, jika introvert benar-benar akan traveling. Apakah mereka akan traveling sembunyi-sembunyi ? tentunya tidak dong.

Mereka akan traveling layaknya orang biasa, akan tetapi akan ada sedikit perbedaan. Berikut perbedaan antara introvert dengan orang lain ketika traveling.


Sendirian

solo traveling
PEXELS

Introvert sangat selektif dalam memilih teman, imbasnya mereka hanya memiliki sedikit teman. Kehidupan pribadi yang selalu sendiri, mungkin menjadi alasan mengapa mereka nyaman dengan kesendirian. Meskipun sendiri, bukan berarti mereka akan traveling dengan modal nekat, disini mereka mempunyai teknologi. Yaaa, teknologi sangat berpengaruh pada introvert belakangan ini.

Malu bertanya sesat di jalan, Peribahasa itu sudah tidak berlaku sejak teknologi hadir, tapi dalam keadaan kepepet mereka tentu akan bertanya pada orang lain. Dengan smartphone dan maps di tangannya, mereka bisa mengetahui jalan yang di tuju. Tanpa perlu membuang energy untuk bertanya, tanpa perlu bertemu orang asing dan yang pasti terbebas dari manusia cerewet. Teknologi memang sangat berpihak pada introvert ya.
.

Introvert menyiapkan segalanya lebih detail

solo traveling

Introvert merupakan manusia yang memperhatikan hal-hal detail. Maka dari itu mulai dari perawatan, pelengkapan dan segala peralatan sudah mereka siapkan sejak awal.  Jadi, dengan kesendirian bukan berarti mereka tidak tahu apa-apa.  Bisa – bisa mereka lebih mengenal dunia luar lebih banyak dibanding kamu, tentu dengan bantuan teknologi. Hehe… mana mungkin mereka sanggup bertanya kepada orang dan menghabiskan berjam-jam waktu untuk ngobrol.

Saya jamin untuk masalah akomodasi selama liburan tidak perlu di khawatirkan lagi pada introvert. Mereka biasanya menyiapkan segala rencana jauh-jauh hari, dan mempersiapkannya dengan matang serta memperhitungkan semuanya sejak awal. Jadi, mereka jarang kekurangan uang dan makanan waktu liburan.

Lebih menikmati liburan

solo traveling

Pekerjaan, bos dan dana sudah mereka pertimbangkan sejak awal. Takkan ada kekhawatiran dalam diri introvert ketika liburan. Waktu yang sudah direncanakan, segala jenis gangguan sudah mereka antisipasi dan dana sudah mereka budget-kan. Dengan  rincian seperti itu, mereka bisa begitu leluasa kala liburan. Tanpa gangguan, tanpa kekhawatiran dan tanpa ocehan tentunya.

untuk itulah mengapa introvert akan lebih leluasa dalam menikmati liburan mereka.

You May Also Like

0 Comments

Silahkan Berkicau