Saturday, March 9, 2019

Melanda rindu pada calon ibukota baru

palangkaraya

Rindu tempat rantauan merupakan salah satu perasaan yang sering menghinggapi para perantau. Aneh memang, namun bagi mereka (termasuk saya sendiri) yang sudah mengalami bagaimana hidup di kota orang akan mengamini perasaan seperti ini.
Berawal dari tahun 2016, tepat setelah lulus SMK, dengan kemurahan hati Tuhan, saya beruntung mendapat pekerjaan di salah satu perusahaan penerbangan swasta. Dari itu pula, cerita perjalan perantauan di mulai.
Seperti para calon perantau pada umumnya, sebelum terbang selalu ada perasaan berat nan bimbang untuk meninggalkan kampung halaman meskipun restu dari orang tua sudah di dapatkan. Belum lagi di usia belia yang belum mengenal dunia kerja serta harus tinggal di lingkungan yang berbeda semakin membuat bimbang sebelum keberangkatan.
Singkat cerita, dengan tekad bulat saya berangkat untuk merantau. Satu-dua minggu tentu ada rasa rindu. Namun berbulan-bulan setelahnya, perasaan rindu memudar terganti kerasan tinggal di kota orang. Hingga akhirnya, perasaan rindu kampung halaman tergantikan dengan rasa ingin tinggal.
Sayangnya, kala perasaan nyaman sudah didapatkan, waktu terasa begitu cepat berlalu. Satu tahun di Palangkaraya terasa baru sebulan di sana. Kontrak telah habis dan tiket sudah di tangan. Mau tak mau harus pulang. Dan anehnya, seperti awal akan merantau, ada perasaan berat untuk meninggalkan tempat perantauan. Wajar memang, meninggalkan tempat yang menjadi saksi bisu perjuangan hidup bersama teman baru yang terasa seperti keluarga butuh seumur hidup untuk melupakannya.
Dan kini, hampir 3 tahun lamanya belum menyentuh tanah dayak kembali. Ada rindu yang ingin diobati. Meskipun kesibukan baru terus-menerus menggerus keinginan saya untuk kesana dan menjadi resolusi tahunan yang tak tahu pasti kapan menemukan puncak klimaksnya.
Di lain sisi, meskipun Palangkaraya bukan tempat yang eksotis dan semenarik destinasi wisata di timur Indonesia, layaknya Yogyakarta, bagi saya pribadi ada keistimewaan lain yang sulit diucapkan hanya dengan kata untuk kota yang satu ini.

Menyelami kolam nostalgi

nostalgia
Photo by Octavio J. GarcĂ­a N. from Pexels
Jawaban rindu adalah bertemu. Begitupun denganku. Menyapa kembali palangkaraya setelah sekian lama ditinggalkan adalah keharusan. Entah kapanpun itu.
Seperti diceritakan di awal dan diamini hampir para perantau, kota rantauan yang menjadi saksi bisu perjuangan hidup memang memiliki pesonanya sendiri. Dengan menyambangi kembali kota itu sekali lagi, seakan menyelami kolam nostalgia yang tak jarang membuat hati senang.
Bertemu kawan lama dan berbagi cerita bab baru dalam hidup, mengenang kembali memori yang dulu tercipta dan pergi ke tempat favorit kala masih bersama disana adalah kegiatan yang sangat ingin diulangi kembali saat hari itu tiba.
Ah, betapa indahnya.

Mengeksplorasi kembali kehangatan Palangkaraya

tugu soekarno
Tugu Soekarno di Jekan Raya, Kota Palangkaraya
Salah satu ikon yang menonjol di palangkaraya adalah keberadaan sungai kahayan yang membentang sepanjang kota ini. Sungai ini juga seakan mempertegas para perantau maupun pelancong bahwa mereka tengah menginjakan kaki di tanah Kalimantan. Diatas sungai ini, terdapat jembatan yang indah dan tak jarang menjadi objek fotografi yang memukau. Yang namanya sesuai dengan nama sungai dibawahnya, Jembatan Kahayan.
Disana, kita bisa menyusuri kesunyian sungai yang asri melalui perahu warga maupun diantar oleh pemandu setempat. Tak jarang, kegiatan susur sungai kahayan menjadi paket liburan yang menarik semasa liburan tiba. Selain itu, karena arus sungainya yang relatif tenang, berdiam diri di tepi sungai bersama teman, keluarga maupun orang tercinta merupakan kegiatan yang menenangkan di kala senja tiba.
Selain sungai, saya juga terlalu rindu untuk dapat mengunjungi Danau Tahai yang berada di Kecamatan Bukit Batu, Palangkaraya. Tempatnya begitu sedap dipandang mata yang dikombinasikan oleh pepohonan rindang yang berada di sekitar danau. Kita juga bisa berenang maupun menjelajah danau ini dari dekat lewat perahu kayu penduduk setempat.
Jika kesini, jangan lupa untuk membawa kamera digital lengkap dengan lensa tele-nya. Sebab pemandu akan menyuguhkan pemandangan alam sepanjang perjalanan dan yang lebih menarik lagi, kita akan diarahkan ke habitat monyet yang biasanya berada di pepohonan di tengah danau.
Dan ketika malam tiba, salah satu hal yang paling dirindukan dari kota cantik ini adalah jalan-jalan malam dekat bundaran besar Palangkaraya guna menghabiskan malam disana. Suasananya begitu adem dan meskipun jajanan jalanan, rasanya begitu luar biasa, atau karena kebersamaan yang menambah nikmat rasa? ah, Entah lah. Namun yang pasti, mengulang kembali kegiatan itu masih ingin saya lakukan.
Berkumpul dan bercengkrama bersama kawan-kawan akan menjadi cerita seru untuk bisa bersanatai dan merasakan kehangatan kota ini.

Akses


perahu
Seorang ibu dan anak menaiki perahu di kawasan dermaga kereng bangkirai, Kota Palangkaraya
Dengan mengandalkan perjalanan udara selama satu jam dari bandara Soetta, saya bisa langsung naik taksi bandara menuju pusat kota maupun penginapan yang jaraknya tak lebih dari setengah jam. Begitu menghemat waktu dan efisien.
Hal ini karena ditunjang oleh jalanan di Palangkaraya yang umumnya masih lengang dan bersahabat bagi pengendara. Jadi, waktu untuk beristirahat di penginapan akan semakin cepat.
Disamping akses transportasi darat maupun udara yang sangat memadai, di Palangkaraya juga terdapat berbagai hotel murah strategis yang lokasinya berada di pusat kota. Contohnya adalah hotel ReDdoorz dekat bundaran besar Palangkaraya. FYI, bundaran ini sering menjadi tempat kongkow anak muda dan aneka jajanan malam hari yang biasanya tersaji dalam pameran pasar malam.
Selain dekat bundaran besar Palangkaraya, saya juga membuat list beberapa rekomendasi hotel ReDdoorz yang akan saya booking karena fasilitas maupun akses lokasi yang mudah di jangkau. berikut daftarnya.

Lantas, kenapa saya memilih ReDdoorz?

Sederhana saja, meskipun murah, ReDdoorz memiliki fasilitas hotel yang tak murahan. Mulai dari wifi gratis, televisi hingga air mineral gratis. Disamping itu, ada kelebihan lain yang ReDdoorz janjikan yang mungkin tak selalu akomodasi hotel lainnya berikan pada pelanggan.
1. Harga murah dengan fasilitas 'wah'
Bagi saya pribadi, yang merupakan bagian dari Generasi Z, menganggap liburan merupakan alat pembelajaran, bukan hanya untuk gaya-gayaan instagram. Untuk itu, bujeting yang matang dengan memilah hotel murah namun memiliki fasilitas 'wah' merupakan keharusan sebelum bepergian.
Apalagi, di ReDdoorz mulai dari 99 Ribu saja sudah mendapat kamar lengkap dengan fasilitas yang tak sembarangan. Selain itu, bagi kalian yang sebelumnya pernah menginap di hotel murah namun mendapati keadaan serta kebersihan kamar hotel yang kurang, hal ini tak akan kalian temukan di kamar ReDdoorz.
Karena, selain linen ReDdoorz begitu terjaga kebersihannya dan terbebas dari bau tak sedap, kamar mandi hotel juga sangat terjaga kebersihannya. Jadi, kamu tak perlu khawatir barang yang kamu bawa malah berdebu setelah di simpen di lemari maupun alergi setelah menggunakan linen hotel.
2. Diskon dan bayar di hotel
Bagi kalian yang belum pernah booking kamar di ReDdoorz, kamu bisa mendapat diskon khusus sebesar 15% dengan menyertakan kode voucher (NEW15) di dalamnya.
Selain itu, untuk kalian yang sering berpacu dengan waktu, ada metode pembayaran 'Bayar di hotel' untuk menghemat waktu kala akan booking. Jadi, meskipun sedang buru-buru di Bandara, kalian tetap bisa mem-booking hotel tanpa ribet ke ATM terlebih dahulu.
ReDdoorz juga memiliki layanan membership yang memberikan keuntungan berupa diskon kala booking bagi kalian yang sering ke luar kota baik liburan maupun keperluan bisnis.
3. Efisien
Bukan lagi jamannya membawa peralatan mandi kala bepergian. Lupakan itu. Karena, ReDdoorz memberikan peralatan mandi gratis yang bisa bawa kamu pulang. Jadi, jika di Bandara sebelum kembali pulang ingin sikat gigi dulu , bawa saja peralatan mandi ReDdoorz sebab itu sah hak milik kalian pemberian dari ReDdoorz. baik banget kan.
4. Tersebar di berbagai kota dengan lokasi hotel yang strategis
Apa yang terlintas di benak kalian kala akan booking kamar hotel? selain fasilitas, memilih lokasi hotel yang strategis juga menjadi pertimbangan, bukan? Hebatnya, ReDdoorz peka tentang hal ini. Bisa dibilang, Hotel ReDdoorz yang tersebar di berbagai kota di Indonesia dan Asia tenggara ini memiliki jaringan hotel yang strategis dan tak jauh dari pusat kota.
Untuk informasi lebih rinci berbagai tempat yang tersedia layanan ReDdoorz, kalian bisa mengunjungi blog ReDdoorz untuk info lebih lanjutnya.
5. Aplikasi ringan
Ukuran aplikasi ReDdoorz tak lebih dari 10Mb di Playstore. Dengan ukuran sekecil itu, ReDdoorz merupakan salah satu aplikasi akomodasi hotel teringan untuk dijalankan. selain tak memakan tempat, sangat jarang ditemui Error maupun loading saat booking via aplikasi yang satu ini. Ratingnya pun diatas rata-rata yang membuktikan utilitas ReDdoorz yang memukau.
ReDdoorz juga menyediakan layanan pelanggan 24 Jam. Hebatnya lagi, bukan hanya berbasis Email yang biasanya harus menunggu waktu lama untuk mendapat jawaban. Tapi bisa juga via hotline, Website bahkan Whatsapp sekalipun.
Dengan layanan pelanggan sekomplit itu, segala kendala kalian (jika ada) akan cepat teratasi tanpa harus menunggu lama.

0 Comments:

Post a Comment

Silahkan Berkicau